Lubuk Linggau – Komisi III DPRD Kota Lubuk Linggau, melakukan mediasi permasalahan gapuran yang roboh akibat terseret mobil truk kerupuk yang melintas di Gapura Kenanga II yang berada di simpang Y, Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa lalu (13/1/2026).
Dalam mediasi, Jumat petang (16/1/2026) ini, Wansari Ketua Komisi III DPRD Lubuk Linggau, bersama Plt, Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) H. Achmad Asril Asri, serta sopir yang didampingi kuasa hukum nya Abdul Aziz, SH, dan juga Pemuda dan Mahasiswa yang melakukan open donasi, diwakili oleh Yogi.
Wansari, Ketua Komisi III DPRD Kota Lubuk Linggau menyampaikan permasalahaan truk kerupuk yang mengakibatkan gapura roboh, hari ini dilakukan mediasi bersama pihak pemerintah Kota Lubuk Linggau yang diwakili oleh pihak Dinas PUPR bersama sopir truk didampingi oleh pengacara. Mediasi berjalan dengan lancar, dan pemerintah siap mengatasi permasalahan tersebut dan dilakukan perbaikan sepenuhnya dalam waktu dekat nanti.
Dibalik kejadian ini meminta semua pihak mengambil hikmah baik dari sopir dan juga pihak dinas, kedepannya agar lebih teliti dalam hal melakukan pembangunan serta melakukan evaluasi.
“Mari kita ambil hikmah dari kejadian ini, dan juga kami dari Komisi III, akan meningkatkan kinerja dalam hal pengawasan,” ucap Wansari.
Plt, Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Achmad Asril Asri, S.T., M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi III DPRD Lubuk Linggau yang sudah menginisiasi pertemuan bersama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Karena menurutnya, Pemerintah Kota Lubuk Linggau, dan pesan dari Bapak Wali Kota selesaikan masalah tersebut dari sisi kemanusiaan. Maka Pemkot mengambil kebijakan untuk perbaikannya sepenuhnya diambil alih sepenuhnya oleh Pemkot Kota Lubuk Linggau.
“Maka dari itu untuk perbaikan gapura tersebut diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Lubuk Linggau sesuai permintaan Pak Walikota H. Rachmat Hidayat,” tegas Asril.
Meo Tri Susanto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas kejadian yang terjadi. Ia menegaskan insiden tersebut murni tidak disengaja dan sama sekali tidak diniatkan.
“Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tidak ada unsur kesengajaan. Saya hanya ingin tetap bekerja dan menafkahi keluarga, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan telah membantu,” ujar Meo mengharap iba. (Angga).-*






