Lubuklinggau – Jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Lubuklinggau tercatat mencapai 18 orang hingga Juni 2025. Data ini menjadi perhatian serius berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Yogi, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menggiatkan upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya HIV serta cara-cara pencegahannya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan jika merasa memiliki risiko.
“Kami mendorong masyarakat, khususnya yang memiliki perilaku berisiko, untuk melakukan tes sejak dini. Deteksi dini sangat penting untuk memulai pengobatan lebih cepat dan mencegah penularan kepada orang lain,” ujar Yogi, Rabu (23/7/2025).
Selain itu, Dinas Kesehatan bersama Ketua Yayasan Kembang ASA Peduli Kasih H. Elva Edison menyatakan komitmennya untuk semakin aktif turun ke lapangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ke depan, kedua pihak ini akan lebih gencar menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS, termasuk di sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat, dan kelompok rentan.
“Kami berharap masyarakat tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap penyintas HIV. Mereka membutuhkan dukungan moral agar bisa menjalani pengobatan dengan baik dan tetap menjaga kualitas hidupnya,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, menjauhi perilaku seks bebas, serta tidak berbagi jarum suntik demi mencegah penularan virus tersebut.(ADV).






