Musi Rawas – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2027 di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Musi Rawas, Kamis (19/2/2026) atau bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 H, diwarnai penegasan kuat dari Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cik Olah.
Dalam forum yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut, Firdaus menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh dimaknai sebatas angka-angka dalam dokumen anggaran.
“Perencanaan bukan sekadar angka, melainkan tulisan tentang nasib rakyat,” tegasnya.
Di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat yang hadir. Ia menyampaikan pesan kunci yang menjadi sorotan forum, Pembangunan tanpa aspirasi adalah jiwa yang hilang, dan aspirasi tanpa pendapatan adalah janji yang pincang.
Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Musi Rawas tersebut, aspirasi masyarakat merupakan mandat suci yang harus menjadi fondasi setiap kebijakan. Pembangunan Musi Rawas 2027, katanya, tidak boleh hanya menjadi proyek fisik yang kaku dan administratif, melainkan harus memiliki “detak jantung” yang lahir dari suara petani, pedagang, hingga pemuda di pelosok desa.
Ia menegaskan, membangun berbasis aspirasi adalah wujud penghormatan terhadap martabat masyarakat sekaligus cara pemerintah menjawab kebutuhan riil rakyat.
Namun demikian, Firdaus juga mengingatkan bahwa aspirasi tidak akan terwujud tanpa dukungan kekuatan fiskal yang memadai. Karena itu, Kemandirian Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi aspek krusial dalam perencanaan RKPD 2027.
Ia menilai, kehormatan sebuah daerah terletak pada kemampuannya berdiri di atas kaki sendiri, bukan semata bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Dalam kesempatan tersebut, ia menantang seluruh OPD dan camat agar tidak sekadar menjadi “penghabis anggaran”, melainkan mampu bertransformasi menjadi “arsitek pendapatan” melalui inovasi dan optimalisasi potensi daerah.
“Dengan PAD yang kuat, daerah memiliki kedaulatan penuh untuk menjahit setiap harapan rakyat yang tertunda menjadi kenyataan,” ujarnya.
Forum penyusunan RKPD 2027 ini menjadi momentum awal untuk memastikan arah pembangunan Musi Rawas ke depan tidak hanya responsif terhadap aspirasi, tetapi juga kokoh secara fiskal demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(ADV).







