Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!
Alaku

RELIMA Advokasi Literasi ke Al-Ikhlas Lubuk Linggau, Dorong Kolaborasi dengan Benny Arnas

Lubuk Linggau – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Kota Lubuk Linggau melakukan advokasi dan silaturahmi ke SMP dan SMA Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Lubuk Linggau. Kegiatan tersebut diwakili oleh Richo Sanjaya sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Kedatangan RELIMA disambut hangat oleh Kepala SMP Al-Ikhlas, Minarni, S.Ag., dan Kepala SMA Al-Ikhlas, Arohansyah, S.Ag. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi untuk mengembangkan program literasi yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren.

Kepala SMP Al-Ikhlas, Minarni, S.Ag., menyampaikan komitmen sekolah dalam meningkatkan budaya baca dan menulis di kalangan peserta didik.

“InsyaAllah kegiatan literasi akan kami laksanakan pada Juli atau Agustus 2026. Kami juga berkeinginan menghadirkan Penulis Nasional sekaligus putra daerah Lubuk Linggau, Benny Arnas. Semoga kegiatan tersebut dapat terlaksana dan memberikan manfaat besar bagi siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Al-Ikhlas, Arohansyah, S.Ag., berharap RELIMA dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program literasi di sekolah.

“Kami berharap RELIMA dapat membantu kegiatan literasi di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, baik sebagai fasilitator, pendamping, maupun inisiator program yang mampu meningkatkan minat baca, keterampilan menulis, dan budaya belajar peserta didik. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan generasi yang literat, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Richo Sanjaya menyatakan kesiapan RELIMA untuk mendukung penuh program literasi yang akan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas.

“InsyaAllah kami akan berkoordinasi dengan Benny Arnas agar dapat hadir langsung di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas untuk berbagi pengalaman, motivasi, dan wawasan kepenulisan kepada siswa maupun guru,” ungkap Richo.

Usai berdiskusi, Richo Sanjaya juga meninjau fasilitas perpustakaan sekolah. Kunjungan tersebut bertujuan melihat kondisi perpustakaan sekaligus menginventarisasi kebutuhan yang dapat mendukung pengembangan layanan literasi di lingkungan pondok pesantren.

Kehadiran Benny Arnas menjadi salah satu harapan besar dalam agenda literasi yang tengah dirancang. Penulis nasional asal Lubuk Linggau tersebut dikenal produktif dengan puluhan karya lintas genre, mulai dari novel, cerpen, puisi, esai, catatan perjalanan hingga naskah lakon. Ia juga dikenal aktif mendorong tumbuhnya budaya literasi dan kepenulisan di berbagai daerah.

Melalui sinergi antara RELIMA, pihak sekolah, dan para pegiat literasi, diharapkan gerakan literasi di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas semakin berkembang sehingga mampu melahirkan generasi pembelajar yang gemar membaca, terampil menulis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(angga).

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *